Hakim Benarkan Keterangan Saksi Ada Sosok King Maker Dalam Skandal Djoko Tjandra

Hakim Benarkan Keterangan Saksi Ada Sosok King Maker Dalam Skandal Djoko Tjandra
Terdakwa kasus suap pengurusan pengajuan fatwa Mahkamah Agung (MA) untuk membebaskan Djoko Tjandra, Pinangki Sirna Malasari, usai mengikuti sidang vonis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin 8 Februari 2021. (Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao)

JAKARTA, METROSIDIK.CO.ID — Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menyatakan sosok “King Maker” dalam skandal Djoko Tjandra benar adanya. Sosok tersebut terbukti dari percakapan yang dibenarkan mantan Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejaksaan Agung (Kejagung), Pinangki Sirna Malasari, advokat Anita Kolopaking dan saksi Rahmat. Demikian disampaikan Majelis Hakim dalam pertimbangan putusan perkara dugaan suap, pencucian uang dan pemufakatan jahat pengurusan fatwa ke MA melalui Kejagung dengan terdakwa Pinangki, Senin (8/2/2021).

“Menimbang bahwa berdasarkan bukti elektronik berupa komunikasi chat menggunakan aplikasi WA yang isinya dibenarkan oleh terdakwa, saksi Anita Kolopaking, serta keterangan saksi Rahmat telah terbukti benar adanya sosok ‘King Maker’,” kata Ketua Majelis Hakim, Ignasius Eko Purwanto dalam persidangan.

Majelis Hakim menyatakan telah berupaya menggali keterangan Pinangki dan saksi-saksi lainnya selama proses persidangan. Namun, sosok “King Maker” tersebut tidak terbongkar. Sejauh ini, sosok ‘King Maker’ hanya sempat diperbincangkan oleh Jaksa Pinangki ketika bertemu dengan Djoko Tjandra, Anita Kolopaking, dan Rahmat.

“Majelis Hakim telah berupaya menggali siapa sosok ‘King Maker’ tersebut dengan menanyakannya kepada terdakwa dan saksi Anita karena diperbincangkan dalam chat dan disebut oleh terdakwa pada pertemuan yang dihadiri oleh terdakwa, saksi Anita, saksi Rahmat, dan saksi Djoko Tjandra pada November 2020, namun tetap tidak terungkap di persidangan,” kata Hakim.

Sosok “King Maker: berkaitan erat dengan action plan. Sosok tersebut diduga menginisiasi Djoko Tjandra agar tidak dieksekusi dalam perkara korupsi cessie Bank Bali.

Dalam putusannya, Majelis Hakim menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp 600 juta subsider 6 bulan kurungan terhadap Pinangki. Majelis Hakim menyatakan Pinangki terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah telah menerima suap dari terpidana perkara korupsi cessie Bank Bali Djoko Soegiarto Tjandra, melakukan tindak pidana pencucian uang atas suap yang diterima serta bermufakat jahat untuk mengurus permintaan fatwa ke Mahkamah Agung (MA) melalui Kejagung.

 

 

 

 

Sumber: 

 

jasa website rumah theme