Legislator Apresiasi Kejagung, Tuntutan Hukuman Mati untuk Herry Wirawan

  • Whatsapp
Legislator Apresiasi Kejagung, Tuntutan Hukuman Mati untuk Herry Wirawan
Terdakwa kasus pemerkosaan terhadap santriwati, Herry Wirawan digiring ke mobil tahanan di Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat, Selasa 11 Januari 2022). (Foto: ANTARA/HO-Kejati Jawa Barat)

JAKARTA, METROSIDIK.CO.ID — Sejumlah anggota Komisi III DPR mengapresiasi langkah jajaran Kejaksaan Agung (Kejagung) yang menuntut mati terdakwa kasus pemerkosaan 13 santriwati di Jawa Barat, Herry Wirawan. Kejagung diminta untuk menggunakan standar yang sama terhadap kasus-kasus sejenis lainnya yang bahkan anak-anak turut menjadi korban.

“Kami perlu memberikan applause soal tuntutan mati terhadap predator, monster Herry Wirawan. Kalau korbannya banyak, apalagi anak-anak, jangan ragu. Kami dukung 100% tuntut hukuman mati,” kata Anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Gerindra Habiburokhman kepada Jaksa Agung ST Burhanuddin saat rapat kerja di Gedung DPR, Jakarta, Senin (17/1/2022).

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi III DPR Fraksi PDI Perjuangan Arteria Dahlan juga turut mengapresiasi Kejagung yang menuntut mati Herry. Menurutnya, vonis mati tersebut adalah bentuk inovasi dan keberanian jajaran Kejagung.

Baca juga  Indonesia-Hungary Investment Fund untuk Alternatif pembiayaan Infrastruktur

Arteria juga menegaskan DPR memberikan kepercayaan penuh kepada Kejaksaan untuk mengusut kasus tersebut. Dia juga menekankan vonis mati di Indonesia sifatnya adalah konstitusional.

“PDI Perjuangan mengapresiasi atas inovasi, keberanian menuntut mati atas tersangka predator anak. Vonis mati sudah di MK-kan dua kali. Itu konstitusional, bukan inkonstitusional,” tutur Arteria.

Diberitakan sebelumnya, terdakwa kasus pemerkosaan terhadap 13 santriwati Herry Wirawan (36) dituntut untuk dihukum mati oleh jaksa dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat.

Baca juga  Calon Hakim Agung: Pengembalian Aset Lebih Penting Ketimbang Menghukum Mati Koruptor

Kepala Kejati Jawa Barat Asep N Mulyana mengatakan tuntutan hukuman mati itu diberikan kepada Herry Wirawan karena aksi asusilanya hingga menyebabkan para korban mengalami kehamilan dinilai sebagai kejahatan yang sangat serius.


“Kami pertama menuntut terdakwa dengan hukuman mati. Sebagai bukti, sebagai komitmen kami untuk memberikan efek jera kepada pelaku,” kata Asep di Pengadilan Negeri Bandung, Bandung, Jawa Barat, Selasa (11/1/2022) lalu.

 

jasa website rumah theme


Dapatkan Pelanggan Anda!
Dengan Pasang Iklan Banner....


Pos terkait