Gegara Utang Rp1 Juta, IRT Di Tangerang Disekap Rentenir

  • Whatsapp
Gegara Utang Rp1 Juta, IRT Di Tangerang Disekap Rentenir
Korban penyekapan oleh rentenir di Kota Tangerang lapor polisi.

TANGERANG, METROSIDIK.CO.ID — Nasib naas dialami seorang ibu rumah tangga atau IRT bernama Sulistyawati (45), warga Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. Gara-gara tak dapat melunasi utangnya Rp1 juta, ia terpaksa disekap oleh rentenir di Perumahan Ciledug Indah 2, Kelurahan Pedurenan Kecamatan Karang Tengah Kota Tangerang, pada Jumat (7/1/2022) lalu.

Kanit Reskrim Polsek Ciledug, Iptu Ronald Sianipar membenarkan adanya penyekapan oleh rentenir kepada ibu Sulistyawati

“Berdasarkan aduan masyarakat team kami bergerak langsung ke tempat kediaman rentenir itu di Perumahan Ciledug Indah 2 Kota Tangerang,” ungkapnya kepada wartawan, Senin (10/1/2022).

Baca juga  Kapal Roro MV Anambas 5 Rusak, Tarif Penyeberangan Naik 20 Ribu

Sulistyawati, korban penyekapan mengatakan, dirinya disekap oleh rentenir selama 15 jam. Atas kejadian itu mengakui kejadian tersebut membuatnya trauma. Penyekapan terjadi sejak pukul 13.00 sampai 03.00 dini hari.

Ia mengaku, telah memiliki utang senilai Rp1 juta rupiah kepada rentenir.

“Awalnya saya dijemput di kediaman saya di Cipondoh oleh ibu Ani di rumah. Dia mengatakan ada pencairan, dan saya turuti. Enggak tahunya saya diajak ke rumah ibu F di Ciledug Indah 2. Di situlah saya tidak boleh pulang dan dikunci di kamar,” tuturnya.

Baca juga  2 ASN Pemkot Probolinggo Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Retribusi Pasar

“Benar, saya telah meminjam uang Rp1 juta kepada F yang diterima sebesar Rp900 ribu. Sehingga saya harus membayar Rp1,6 juta dalam jangka waktu 22 hari, karena belum bisa membayar dalam jangka waktu yang ditentukan pihak rentenir,” tambahnya.

Sulis mengatakan, ada penyebutan kata-kata yang kurang pantas dilontarkan oleh diduga pelaku F, seperti ‘nanti kalau masih belum bisa bayar kamu layani pekerja steam-nya’.

“Ada dua orang pelaku yakni F dan SF dalam penyekapan itu,” tukasnya.

“SF ini mengancam dengan kata-kata pembunuhan, mutilasi kalau tidak bisa bayar. Alhamdulilah, berkat bantuan polisi bisa bebas, tetapi kejadian yang menimpa saya membuat trauma,” ucapnya lirih.

Baca juga  Seorang Santri Hanyut di Sungai Usai Bersihkan Jeroan Daging Kurban

Sulistyawati pun sudah melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Resort Metro Tangerang Kota dengan Nomor : TBL/B/59/I/2022/SPKT/Polres Metro Tangerang Kota/Polda Metro Jaya, pada tanggal 10 Januari 2022 yang beralamat di Jalan Daan Mogot No 52 Kota Tangerang.

“Saya berharap mendapatkan keadilan atas kejadian yang menimpa saya,” katanya.

 

jasa website rumah theme

Dapatkan Pelanggan Anda!
Dengan Pasang Iklan Banner....

Pos terkait


MENARIK UNTUK ANDA: