Pak Bupati! Tower Dusun Terap Tidak Berfungsi

  • Whatsapp
Saman RW Dusun Terap, Desa Tarempa Barat Daya
jasa website rumah theme

METROSIDIK.CO.ID, ANAMBAS — Pak Saman, dia dipercaya warga menjabat sebagai RW di Dusun Terap, Desa Tarempa Barat Daya. Kesehariannya pak Saman bekerja sebagai petani. Banyak jenis tanaman yang ditanami, ada karet, ubi dan beberapa tanaman yang dapat membantunya menafkahi keluarga.

Dusun Terap hanya berjarak sekitar 3 kilometer dari Tarempa yang juga ibu kota Kabupaten Kepulauan Anambas. Jalan menuju ke sana sudah di aspal dengan kualitas hotmix sejak beberapa tahun lalu. Dengan mengendarai kendaraan roda dua, perjalanan dari Tarempa memerlukan waktu tempuh sekitar 10 menit saja. Dua kilometer lagi, kita akan sampai ke pantai Arung Hijau, Desa Tiangau, Kecamatan Siantan Selatan, sebuah tempat objek wisata.

Keindahan alam dan akses jalan yang lancar ternyata belum cukup bagi pria yang lahir lebih dari setengah abad ini. Ada yang tak kalah penting yang harus segera diperhatikan oleh pemangku jabatan. Menurutnya, selain pembangunan jalan, akses komunikasi sebagai jalan menuju generasi yang cerdas perlu diprioritaskan. Terlebih kebutuhan akses internet sebagai media belajar daring. Apalagi belajar daring menjadi kebijakan beberapa sekolah dalam mencegah penyebaran virus Corona.

Saman sendiri sangat getol dan menjadi promotor memperjuangkan agar Dusun Terap dapat merdeka signal. Berbagai upaya terus dilakukan. Bahkan ia bercerita, untuk mewujudkan itu, ia bersama beberapa rekannya sering bolak-balik bertemu kepala daerah. “Saya beberapa kali bertemu bapak Abdul Haris untuk mengadukan persoalan ini,” sebut dia.

Baca juga  Sekda Provinsi Kepri Hadiri Forsesdasi

Upaya pak Saman bersama rekan-rekannya memang mendapat respon dari Abdul Haris orang yang ditemuinya untuk berkeluh kesah menyampaikan tentang kebutuhan akses jaringan. Tentu saja untuk mewujudkan sebuah tower adalah perkara mudah, apalagi Abdul Haris yang ditemuinya merupakan orang nomor satu di Kabupaten itu.

Tak berselang lama, sebelum dan menjelang Pemilukada, sebuah tower jenis repeater dibangun. Tower repeater merupakan tower pembantu penguat signal. Tower yang dibangun oleh Dinas Komunikasi Informasi setempat ini, menarik signal tower BTS provider Telkomsel di Arung Hijau, Desa Tiangau yang kemudian signal tersebut dipancarkan dari tower repeater ke warga Dusun Terap.

Tower repeater Dusun Terap yang masih menumpang lahan dan aliran listrik dari rumah warga

Belakangan, Saman merasa tower yang dibangun itu tak lebih sebagai pengobat lara. Baru sekitar lima bulan, tower yang semula diharapkan dapat memberikan jaringan akses informasi tersebut malah tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Ia bercerita tower penguat signal ini masih menggunakan listrik PLN dan sering mati ketika habis token listrik. “Meteran listrik masih menumpang, lahan juga numpang,”

Baca juga  Pengurus HIMKA KKA Resmi Dikukuhkan.

Bahkan pria yang lahir 56 tahun silam ini baru membeli sebuah gadget android sejak awal tower dibangun. Tak jarang pak Saman terkadang berinsiatif mengisi pulsa token agar memperoleh signal. Ia terpaksa mengisi token listrik, demi putrinya yang masih duduk di bangku sekolah dasar untuk keperluan tugas sekolah secara daring.

“Sebulan itu sekitar 200 ribu untuk beli token. Kalau ada uang, saya isi 50 ribu dan tahanlah selama 4 hari. Itu kalau dapat gaji. Gaji kadang-kadang 4 bulan sekali. Sebulan gaji 950 ribu,” sebut pak RW yang sudah punya dua orang cucu ini.

Baca juga  Pelantikan Unsur Pimpinan DPRD Kepulauan Anambas

Ia juga mengeluh, awalnya berharap dapat mengakses internet jaringan 4g. “Selama tower dibangun, jangankan jaringan 4g, untuk signal telpon saja susah. Signal masih hilang timbul. Di depan rumah ini ada tapi di dalam gak dapat signal. Jika towernya mati sama sekali tidak ada jaringan. Kami juga sudah laporkan ini ke bupati,” terang dia.

*Fitra

Pos terkait