Emas Turun Setelah Imbal Hasil Obligasi AS, Platinum Tembus Level Tertinggi

Emas Turun Setelah Imbal Hasil Obligasi AS, Platinum Tembus Level Tertinggi
Ilustrasi emas. (Foto: CNBC)

METROSIDIK.CO.IDHarga emas pada perdagangan Senin atau Selasa dini hari WIB (16/2/2021) turun setelah imbal hasil obligasi atau Treasury AS melonjak ke level tertinggi dalam hampir 11 bulan. Adapun platinum mencapai puncak dalam 6 tahun di tengah ekspektasi kekurangan pasokan.

Harga emas di pasar spot turun 0,1% menjadi US$ 1,821.84 per ons, emas berjangka AS melemah 0,1% menjadi US$ 1,822.30.

Platinum menguat 1,1% menjadi US$ 1,265.89, setelah mencapai level tertinggi sejak Januari 2015 di US$ 1,269.30. Platinum, yang digunakan industri otomotif untuk menyaring emisi dari knalpot mesin, kemungkinan mengalami defisit tahunan ketiga berturut-turut pada tahun 2021, menurut perusahaan bahan spesialis Johnson Matthey.

Acuan imbal hasil Treasury AS naik ke level tertinggi sejak Maret pada Jumat (13/2/2021) sementara ekspektasi inflasi naik ke level tertinggi 6 tahun.

Inflasi tinggi akan meningkatkan harga emas, tetapi juga mendongkrak imbal hasil Treasury, yang pada gilirannya meningkatkan biaya memegang emas batangan.

Menteri Keuangan AS Janet Yellen pada Jumat mendesak para pemimpin keuangan G7 memberi dengan stimulus fiskal tambahan dalam rangka pemulihan global dari pandemi Covid-19.

Sementara di India, permintaan emas fisik menurun Minggu lalu karena volatilitas harga di negara tersebut sehingga membuat pembeli mnghindari emas. Adapun minat untuk perak tetap kuat di Singapura dan Jepang.

Hedge fund menaikkan posisi bullish pada emas, demikian dikatakan Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) Jumat.

Perak naik 0,4% menjadi US$ 27,46 per ons dan paladium menguat 0,1% menjadi US$ 2,389,67.

 

 

 

 

Sumber: 

 

jasa website rumah theme