Press "Enter" to skip to content

Yang Menghilang di Tengah Corona


Perhelatan akbar Pilkada serentak yang semulanya dijadwalkan akan berlangsung pada bulan September 2020 tahun ini, terpaksa diundur akibat pandemi Corona Virus Disease -19 atau dikenal dengan istilah Covid-19. Komisioner KPU pun belum dapat memastikan kapan pesta demokrasi itu dapat digelar.

Sebelum Virus yang berasal dari Wuhan ini masuk ke Indonesia, para bakal calon yang bakal ikut bertanding di Pilkada serentak itu selalu tampil dihadapan publik dengan berbagai kegiatan. Halaman koran dan media online disibukkan dengan pemberitaan-pemberitaan koalisi dan siapa bakal calon. Mulai dari penjaringan bakal calon hingga adu program demi memperoleh dukungan.

Corona pun menyerang, dunia seperti direstar ulang. Pemerintah terpojok, seakan-akan wabah ini hanya tanggungjawab pemerintah yang sedang berkuasa. Kekhawatiran pandemi ini telah sampai pada puncaknya. Rakyat kebingungan, seperti kehilangan pedoman.

Virus ini masuk ke Indonesia pada pertengahan Februari, dan terus menyebar hingga menginfeksi jutaan penduduk di berbagai negara. Berdasarkan update informasi Covid-19 Minggu 26 April, Indonesia sendiri sudah mencapai angka 8.882 yang terkonfirmasi terpapar Covid-19. Diantaranya 1.107 orang dinyatakan sembuh dan 743 orang meninggal dunia.

Telah menyebar di 33 provinsi yang ada di Indonesia. Presiden Joko Widodo pun terpaksa menerapkan kebijakkan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) hingga menutup akses transportasi laut yang kemudian disusul dengan penutupan jalur penerbangan dalam negeri.

Konsekuensi dari kebijakkan itu, ekonomi Indonesia terjun bebas dan angka kemiskinan semakin meningkat. Pemerintah pusat dan dareah telah merelokasikan anggaran APBN/ABPD untuk focus dalam penanganan pandemi Corona.

Dalam situasi ini, banyak yang bertanya, dimanakah para calon?

Tajuk Redaksi

-->