Press "Enter" to skip to content

Inilah Sederetan Profesi ‘Pahlawan’ di Tengah Pandemi


Dibaca 345 kali

Hari ini di tengah Pandemi Corona Virus Disease-2019 ( Covid-19) tepat di tanggal 10 Nopember tahun 2020, bangsa Indonesia memperingati hari Pahlawan yang ke 75 tahun.


Tentunya apa yang telah dilakukan para pahlawan kita,diharapkan menjadi inspirasi dan motivasi bagi masyarakat di masing-masing profesi. Tidak terkecuali semua punya peran, mulai dari Aparatul Sipil Negara (ASN), Politikus, Jurnalis, pegawai swasta hingga para wirausahwan.

Kalau dulu kita berjuang dengan mengangkat senjata, maka sekarang kita berjuang melawan berbagai permasalahan bangsa, seperti: kemiskinan, bencana alam, narkoba, paham-paham radikal dan termasuk berjuang melawan pandemi Covid-19 yang saat ini melanda dunia.

Inilah sederetan profesi ‘pahlawan’ di tengah pandemi yang berhasil dirangkum metrosidik.

Jurnalis: Profesi yang satu ini tidak kalah pentingnya, mereka bertugas menyampaikan informasi terkait perkembangan Covid-19 hingga sekaligus menyampaikan informasi sosialisasi tentang pencegahan penyebaran Covid.

Merekalah yang berperan dalam meluruskan informasi yang sengaja di sesatkan oleh oknum-oknum dalam situsai pandemi. Selain itu, profesi ini sangat rentan tertular virus covid, hal ini karena keberadaan mereka dalam mencari informasi tidak jarang  kontak langusung dengan personal-personal penangangan Covid-19.

Bidang Kesehatan:

Dokter: Siapa yang tidak tahu bagaimana perjuangan para dokter menangani pasien COVID-19, terlebih di awal masa pandemi pada saat itu virus COVID-19 cukup cepat menyebar. Tidak hanya menyembuhkan pasien, para dokter ini pun harus turut andil meredam kepanikan masyarakat yang anggota keluarganya tertular virus COVID-19.

Perawat: Tidak jauh berbeda dengan dokter, para perawat yang juga menjadi bagian dari tenaga media ini juga berjuang keras untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Apalagi di awal masa pandemi urbanreaders, tidak sedikit dijumpai kasus para perawat yang bekerja di rumah sakit rujukan COVID-19 bahkan ditolak oleh masyarakat tempat tinggalnya.

Selain dokter, perawat juga turut memberikan pelayanan kesehatan tidak hanya pada pasien COVID-19 namun juga kepada seluruh masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan lainnya.

Supir Ambulance: Masih memberikan pelayanan kesehatan, supir ambulance juga cukup memiliki peran yang besar dalam membantu kondisi pandemi COVID-19. Tidak hanya mengantar jenazah ke pemakaman khusus, di masa sebaran COVID-19 sedang memuncak para supir ambulance ini juga harus siap siaga untuk menjemput para pasien yang dikonfirmasi positif namun menolak untuk di isolasi.

Bahkan, banyak dari para supir ambulance yang dinyatakan ikut tertular virus COVID-19 selama menjalani masa kerjanya. Setiap hari berurusan dengan jenazah dan pasien tentu bukanlah tantangan yang mudah apalagi pasien yang dinyatakan positif COVID-19.

Penggali Kuburan: Nah, profesi yang satu ini juga tidak boleh dilupakan begitu saja, apalagi di tengah pandemi COVID-19, profesi tukang gali kubur sangat diperlukan mengingat jenazah pasien COVID-19 yang harus dimakamkan secepat mungkin.

Para tukang gali kubur ini pun telah membantu pelayanan kesehatan bagi para tenaga medis serta masyarakat Infonesia dengan kesiapsiagaan mereka menggali kuburan pasien yang kadang harus dimakamkan dengan segera dalam cuaca dan kondisi apapun.

Relawan: Tidak hanya di masa pandemi, relawan memang menjadi salah satu profesi yang menggambarkan bahwa menjadi pahlawan dapat dilakukan dengan membantu orang lain dengan hal paling kecil.

Yup, apalagi di tengah pandemi seperti saat ini, semakin banyak relawan yang turun untuk membantu sesama. Mulai dari mengumpulkan donasi untuk diberikan bagi orang-orang yang mengalami dampak ekonomi, membagikan masker, handsanitizer dan relawan lainnya yang ikut membantu pelayanan kesehatan bagi para pasien COVID-19.

Bidang Pendidikan.

Guru: Sepanjang tahun 2020, banyak proses yang berubah akibat banyaknya protokol kesehatan yang harus diterapkan. Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak bahkan menghindari kerumunan dilakukan untuk menekan jumlah sebaran virus.

Yup, dalam proses penerapan protokol tersebut proses belajar mengajar juga turut berdampak di mana hampir seluruh sekolah tidak hanya di Indonesia bahkan di seluruh dunia tengah menerapkan sistem belajar mengajar secara online.

Proses belajar mengajar ini tentu saja membuat para guru harus menyiapkan materi yang lebih mudah dipahami agar para siswa tetap semangat mengikuti proses belajar mengajar. Belum lagi sebagian guru-guru senior yang tidak terlalu paham penggunaan teknologi informasi juga masih harus kembali belajar sebelum mengajarkan materi kepada para siswa.

Nah, belum lagi perjuangan para guru menghadapi siswa yang telat mengikuti kelas online, yang tidak mendengarkan materi dan masih banyak lagi.

Orang Tua: Keberhasilan Proses belajar mengajar ditengah Pademi juga sangat tergantung dari peran orang tua. Orang tua harus bisa membagi waktu untuk mendapingi anak saat proses belajar during di rumah. Hal ini juga membantu dalam penggunaan teklnologi hp sekelagus pengawasan dalam penggunaannya.

Karyawan Swasta:

Ojek Online: Profesi yang satu ini tentu saja menjadi profesi yang sangat membantu di tengah pandemi seperti saat ini. Apalagi di saat banyak daerah di Indonesia yang menerapkan PSBB, layanan yang diberikan para ojek online ini cukup membantu kita untuk menerapkan peraturan pemerintah untuk tetap di rumah aja guys.

Tidak hanya menjadi penyedia layanan transportasi yang aman agar tidak berkumpul di keramaian, para ojek online ini juga cukup berjasa dalam memberikan layanan antar jemput makanan.

Satpam: Menjadi salah satu profesi yang memang bertuga menjaga keamanan, profesi satpam di masa pandemi ini juga menjadi profesi yang harus selalu siap siaga. Walaupun banyak karyawan yang bisa merasakan kerja dari rumah atau ‘work from home’ namun para satpam harus tetap bekerja dan datang ke kantor untuk menjaga keamanan kantor.

Editor: Fitra

Sumber: urbanasia com