Rupiah hari ini berpotensi kembali menguat, ini sentimennya

Rupiah berpotensi menguat
Ilustrasi - Teller menunjukkan uang rupiah yang ditransaksikan di kantor pusat BNI, Jakarta, Senin (19/3). Bank Indonesia menyatakan penyaluran kredit perbankan pada Februari 2018 tumbuh delapan persen (tahun ke tahun/yoy), dibandingkan pada Januari 2018 yang mencapai sebesar 7,4 persen. Hal tersebut menandakan mulai menggeliatnya penarikan kredit dari sektor korporasi. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/kye)

JAKARTA, METROSIDIK.CO.ID — Berhasil ditutup hijau pada perdagangan Rabu (13/1) membuat nilai tukar rupiah berpotensi untuk melanjutkan penguatan di perdagangan Kamis (14/1). Dimana, sentimen penggerak mata uang Garuda datang dari banyaknya arus dana asing yang masuk ke Tanah Air.

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Rabu (13/1) rupiah tercatat menguat 0,50% ke level Rp 14.060 per dollar AS.

Sedangkan pada kurs tengah Bank Indonesia (JISDOR), mata uang Garuda juga terkoreksi ke level Rp 14.109 per dollar AS atau sekitar 0,85% dari perdagangan akhir pekan lalu.

Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual menilai, penguatan nilai tukar rupiah pada Rabu (13/1) sejalan dengan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang juga ditutup perkasa. Kondisi tersebut sekaligus mencerminkan kondisi pasar yang cukup positif.

“Kelihatannya aliran modal masih cukup baik di awal tahun, ditambah banyak fund manager yang melakukan reposisi portofolionya,” kata David kepada Kontan, Rabu (13/1).

Selain itu, pergerakan nilai tukar rupiah juga erat kaitannya dengan harga komoditi. Alhasil, tren kenaikan harga komoditas saat ini turut menjadi katalis positif bagi mata uang Garuda untuk melanjutkan penguatannya.

Adapun sentimen dari global, masih seputar perkembangan kasus Covid-19 dan vaksin. Dari dalam negeri sendiri, program vaksinasi juga segera dimulai, diawali dengan penyuntikan vaksin pertama ke Presiden Joko Widodo.

“Lewat vaksinasi, harapan pasar akan pemulihan ekonomi juga ikut meningkat,” tambahnya.

Selain itu, pelaku pasar global juga masih menunggu data inflasi di beberapa negara termasuk kawasan Eropa. Dengan begitu, David memprediksi rupiah masih akan menguat tipis pada perdagangan Kamis (14/1) di rentang Rp 14.000 per dollar AS hingga Rp 14.150 per dollar AS.

 

 

Sumber: