Perbankan Kebanjiran Investor Asing

Sektor perbankan kebanjiran investor asing
Ilustrasi-Petugas Bank Mandiri Kantor Cabang Pembantu (KCP) Tasikmalaya menyiapkan uang pecahan untuk layanan penukaran uang baru di Jalan Sutisna Senjaya, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat,Jumat (17/5/2019). Bank Mandiri menyiapkan dana tunai sebesar Rp54,9 triliun atau sekitar Rp1,9 triliun per hari secara nasional untuk mengantisipasi kenaikan kebutuhan masyarakat pada Bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/foc.

JAKARTA, METROSIDIK.CO.ID — Belakangan tahun ekspansi lembaga keuangan asing sedang gencar-gencarnya menguasai sejumlah bank di tanah air. Investor dari Korea Selatan dan Jepang tercatat paling aktif merangsek masuk.

Dari penelusuran Kontan.co.id, kini setidaknya ada enam bank yang dimodali perusahaan asal Korea Selatan: Bank Bukopin, Bank KEB Hana, Bank Woori Saudara, Bank Shinhan, Bank IBK, dan Bank Oke. Sementara empat bank: Bank Danamon, Bank BTPN, Bank Mizuho, dan Bank J Trust dimiliki perusahaan asal Jepang.

Didukung investor asing, terlebih dari negara maju seperti Korea Selatan dan Jepang memang jadi nilai tambah buat mereka menjalankan bisnisnya di tanah air. Apalagi jika investor maupun bank telah memiliki jaringan bisnis yang cukup terdiversifikasi.

Strategi ini pula misalnya yang akan dilakukan Bank Bukopin dalam jangka panjang. Direktur Utama Bank Bukopin Rivan A. Purwantono bilang pihaknya dalam jangka panjang memang akan mensinergikan bisnis dengan sejumlah perusahaan milik KB Kookmin di Indonesia di lini pembiayaan konsumer, kartu kredit dan lainnya. “Kami akan mulai sinergi pada 2022, tahun ini kami masih akan fokus untuk penguatan internal,” kata Rivan kepada Kontan.co.id belum lama ini.

Maklum, transisi pengendali di Bank Bukopin sejatinya bermula dari sejumlah masalah mulai dari likuiditas, kredit macet dan lainnya. Alhasil Bank Bukopin bersama KB Kookmin kini memang punya pekerjaan berat membenahi internal perusahaan.

Selain setoran modal, KB Kookmin juga tercatat telah mengucurkan US$ 700 juta buat membantu likuiditas Bank Bukopin. Tak cuma itu Kookmin juga getol cawe-cawe dengan menghubungkan sejumlah perusahaan Korea di Indonesia untuk menaruh dana di Bank Bukopin.

“Selama tiga bulan terakhir kami telah menarik perusahaan Korea untuk menempatkan dananya di Bank Bukopin hingga Rp 1,6 triliun. Sampai akhir tahun ada pipeline yang nilainya bisa mencapai Rp 2 triliun,” ungkap Direktur Keuangan Bank Bukopin Ji Kyu akhir November lalu.

 

 

 

Sumber: