Komentar PKS, Jokowi Pilih Listyo Sigit Jadi Kapolri

Anggota DPR Fraksi PKS Nasir Jamil (tengah) bersama Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Padjajaran Romli Atmasasmita (kiri) dan Ketua Umum Peradi Luhut Pangaribuan (kanan) menjadi pembicara dalam Diskusi Sikap Pemerintah Terhadap UU KPK di Jakarta, Jumat (4/10/2019). Diskusi yg dihadiri pengamat, praktisi hukum, perwakilan partai dan masyarakat umum ini ingin memberikan masukan kepada pemerintah atas UU KPK yang telah disetujui oleh DPR. ANTARA FOTO/Reno Esnir/nz

JAKARTA, METROSIDIK.CO.ID — Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengajukan Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon Kapolri tunggal. Elite Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nasir Djamil berpendapat, penunjukan Listyo Sigit Prabowo seperti pola penunjukan Tito Karnavian.

“Ternyata kali ini Presiden tidak menggunakan pola urut kacang. Presiden Jokowi mengambil pola sebagaimana saat menunjuk Tito Karnavian menjadi Kapolri,” kata Nasir Djamil, di Jakarta, Rabu (13/1/2021).

Meski demikian, Nasir melihat Listyo Sigit Prabowo sudah memenuhi syarat formal sebagai calon Kapolri. “Secara formal, Sigit telah memenuhi syarat sebagaimana yang diatur dalam UU 2/2002 tentang Kepolisian RI,” kata anggota Komisi III DPR itu.

Terkait sosok Listyo Sigit Prabowo di mata Nasir Djamil. Dia memberikan sejumlah pandangan mengenai calon Kapolri tunggal itu.

“Sigit tidak begitu dikenal sebelum menjadi ajudan Jokowi dan Kapolda Banten. Sosoknya juga cenderung tidak banyak bicara. Prestasinya, antara lain, penangkapan Djoko Tjandra dan berujung ditangkapnya dua jenderal yang membantu Djoko Tjandra di Divhubinter,” katanya.

Nasir Djamil menafsirkan, keputusan Jokowi memilih Listyo Sigit sebagai calon Kapolri. Menurut dia, Jokowi ingin Kapolri tidak berganti selama menjabat sebagai Presiden hingga 2024.

“Sepertinya Jokowi ingin sampai dia selesai menjabat Presiden, Kapolri tidak berganti-ganti. Itu sebabnya dia memilih Sigit, di samping alasan-alasan sosial-politik lainnya,” katanya.

Bagi Nasir Djamil, melompat-lompatnya penunjukan calon Kapolri dari sisi angkatan menunjukkan tidak ada lagi rivalitas masing-masing angkatan menuju kursi Tribrata 1. Namun Nasir meminta ada antisipasi ke depannya.

“Jika tidak diantisipasi, justru akan menimbulkan persoalan psikologi dan soliditas di internal kepolisian,” katanya.

 

 

Sumber: