Ini Strategi PPP Buat Hadapi Pemilu 2024

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) periode 2020-2025, Suharso Monoarfa. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

JAKARTA — Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sudah menyusun beberapa strategi menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Partai menargetkan menang 11 juta plus satu suara seperti Pemilu 1999.

“Ini harus kita gali secara bersama-sama dan kita punya waktu yang panjang sampai 2024,” kata Ketua Umum (Ketum) PPP Suharso Monoarfa dalam tasyakuran Harlah Ke-48 PPP secara virtual, Selasa, 5 Januari 2021.

Monoarfa mengungkapkan strategi itu, yakni membentuk kepengurusan khusus meningkatkan elektabilitas partai. Tim bertugas membantu para calon legislatif (caleg) PPP meraih simpati masyarakat. Salah satunya, merumuskan program-progam yang ditawarkan kepada pemilih.

“Tim ini nanti yang menyusun program-program secara terencana, taktis, dan bisa dilangsungkan di lapangan,” ungkap dia.

Kemudian, menggandeng kontestan yang gagal pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Mereka diajak bergabung dan menjadi caleg dari PPP.

“Peserta pilkada yang tidak sukses tetapi suaranya cukup signifikan dalam perhitungan kami, (berpotensi digandeng) untuk Pemilu 2024,” sebut dia.

Selain itu, partai berlambang Ka’bah itu juga bakal rutin melakukan survei setiap enam bulan sekali. Survei menggandeng PolMark Research Center (PRC) untuk mengetahui elektabilitas partai setiap semester pada setiap tahun.

“Saya ingin, elektabilitas naik setiap enam bulan dan margin eror kita turunkan,” kata dia.

Monoarfa mengaku hal itu bukan pekerjaan mudah. Namun, tetap harus dilakukan.

Sehingga, PPP bisa menghadapi Pemilu 2024 dengan berbagai perubahan. Salah satunya, peningkatan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT).

“Sehingga nanti benar-benar terjadi perubahan PT kita sudah siap,” ujar dia.

 

 

Sumber: