Hujan Masih Lebat, Mensos Risma: Pindahkan Korban ke Lokasi Aman

Korban longsor Sumedang
Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo didampinh Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, Pangdam III Siliwangi, Mayjen TNI Nugroho Budi, dan Kapolda Jabar, Irjen Pol Ahmad Dofiri saat menunjau lokasi longsor di Kecamatan Cimanggung, Sumedang. (Foto: Republika.co.id/istimewa)

JAKARTA, METROSIDIK.CO.ID — Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menyapa korban tanah longsor di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat, Ahad (10/1) malam. Mensos mengkhawatirkan warga yang menjadi korban tanah longsor yang mengungsi di sekitar lokasi, karena hujan masih berpotensi lebat.

Mensos Risma datang untuk memastikan korban longsor tertangani dengan baik. Kepada pemerintah daerah setempat, ia meminta dicarikan tempat yang aman bagi warga korban bencana tanah longsor, mengingat situasi masih terus diguyur hujan.

“Malam ini, saya minta Pak Bupati, Pak Camat dan Pak Kades agar memindahkan warga ke lokasi yang aman karena kondisi terus diguyur hujan. Saya sangat khawatir, ” ujar Risma dalam ketrrangan Kementerian Sosial, Ahad (11/1) malam.

Risma menyapa warga korban longsor, sekaligus menyerahkan bantuan logistik di dekat Posko Tagana. Bu Risma  sapaan akrab Tri Rismaharini juga menyampaikan turut bela sungkawa yang mendalam terhadap warga dan aparat yang menjadi korban dalam bencana tanah longsor yang telah menewaskan 15 orang dan melukai puluhan warga lainnya.

“Mohon bersabar dengan musibah ini ya ibu dan bapak. Kita harus percaya takdir. Musibah ini telah menewaskan warga dan aparat serta melukai puluhan orang lainnya, ” kata Risma menenangkan seorang ibu yang menangis sejadi-jadinya karena kehilangan anggota keluarganya.

Saat ini situasi terus diguyur hujan lebat, menjadikan tenda riskan sebagai alternatif pengungsian sehingga akan memanfaatkan tiga bangunan Sekolah Dasar (SD) yang berada di sekitar lokasi bencana. “Pak Camat dan Kepala Desa akan menyiapkan tiga bangunan SD untuk dijadikan tempat pengungsian bagi warga. Malam ini juga harus disiapkan di dekat Posko Tagana Kemensos, ” kata Mensos.

Selain itu, ia juga menyampaikan korban tewas akan diberikan santunan, sebagai wujud negara hadir di tengah masyarakat yang  terkena musibah. “Kami ingin memastikan semua warga yang menjadi korban dan terdampak langsung bencana aman, mendapatkan cukup logistik dan kebutuhan lainnya, ” kata Mensos.

Kementerian Sosial bertidak cepat membantu masyarakat korban tanah longsor di wilayah Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat.

Bersinergi dengan unsur-unsur penanganan bencana lainnya, Kemnsos melalui Taruna Siaga Bencana (Tagana) bergerak bersama mengevakuasi korban longsor tak lama sejak bencana terjadi Sabtu (9/1). Sebagaimana diketahui, bencana longsor terjadi dua kali, yakni pada pukul 16.00, dan longsor susulan kembali terjadi sekitar 19.30 WIB.

Kemensos melalui Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) telah melakukan empat langkah penting. “Sejak bencana terjadi, kami melalui Tagana telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial di wilayah terdampak tanah longsor tentang aktivitas penanganan dan mengamati situasi terkini,” kata Direktur PSKBA Syafii Nasution, di Sumedang (10/10).

Langkah selanjutnya adalah pengerahan Tagana dan unsur Kampung Siaga Bencana (KSB) untuk melakukan pendataan korban, evakuasi korban ke tempat aman khususnya kepada kelompok rentan yang terdiri atas lansia, anak-anak, penyandang disabilitas, dan kelompok khusus lainnya. “Kami juga melakukan pendistribusian logistik dan beras regular untuk pemenuhan kebutuhan dasar korban bencana banjir yang bersumber dari Gudang Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat,” katanya.

Direktorat PSKBA juga mengaktivasi pelayanan dapur umum lapangan dan layanan dukungan psikososial yang berpusat di SD Cipateuag untuk penyiapan nasi bungkus sebanyak 500 pcs.Total bantuan yang telah disalurkan untuk penanganan bencana sebesar Rp1.053.703.150.

Yakni terdiri dari Bantuan Logistik Tanggap Darurat sebsar Rp888.671.350, Beras Reguler sebanyak 3.000 dengan nilai Rp31.800.000 dan Santunan Ahli Waris untuk 11 orang dengan indeks Rp15 juta/ahli waris sebesar Rp165.000.000. Adapun bantuan logistik Kemensos terdiri dari tenda serbaguna keluarga sebanyak 10 unit; velbed sebanyak 150 unit; matras sebanyak 1.200 lembar kasur sebanyak 600 buah dan selimut sebanyak 1.000 lembar.

 

 

 

Sumber: