Baruna Jaya Temukan Lokasi Diduga Cockpit Pesawat Sriwijaya

Sebuah pesawat udara patroli maritim CN-235 milik Puspenerbal melintas di atas kapal riset Baruna Jaya IV yang melakukan pencarian korban dan puing pesawat Sriwijaya Air SJ182 di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Kamis (14/1/2021). Tim SAR gabungan pada hari keenam kembali melakukan pencarian dari puing dan korban dari pesawat Sriwijaya Air SJ182 dengan tujuan Jakarta-Pontianak yang jatuh di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang pada Sabtu (9/1/2021).

JAKARTA, METROSIDIK.CO.ID — Kapal Riset Baruna Jaya IV milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menemukan lokasi diduga cockpit dan ekor pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Tim gabungan masih terus berupaya mencari alat perekam suara kokpit atau cockpit voice recorder.

Kepala BBPPT Hammam Riza mengatakan Kapal Riset Baruna Jaya IV masih berada di area pencarian dan terus berupaya mencari alat perekam suara kokpit atau cockpit voice recorder (CVR) yang menjadi bagian dari kotak hitam (black box) pesawat tersebut. “Pencarian CVR terus dilakukan menggunakan robot bawah laut yang biasa kita kenal dengan nama Remotely Operated Vehicle (ROV) sejak Rabu malam hingga Kamis dini hari pukul 02.00 WIB,” kata Hammam di Jakarta, Kamis (14/1).

Penurunan ROV dilengkapi dengan Ultra Short Baseline (USBL) yang dapat menunjukkan posisi koordinat, sehingga lintasan ROV dan setiap potongan benda yang ditemukan di dasar laut juga dapat ditentukan posisinya. Terkait hasil penyisiran ROV sampai dengan dini hari tadi, dalam radius 53 meter persegi, berhasil ditemukan 34 titik potongan pesawat, dengan potongan terjauh berjarak 53 meter dari titik alat rekam data penerbangan atau flight data recorder (FDR) ditemukan.

 

 

Sumber: