Bangka Belitung Akan Dijadikan Daerah Budidaya Tanaman Porang

Gubernur Babel Erzaldi Rosman Babel dalam apel kebangsaan dan deklarasi menjaga kebhinekaan serta keutuhan NKRI di Halaman Kantor Gubernur Kepulauan Babel, Jumat (27/11/2020). (RAFIQ / HUMAS PEMPROV BABEL )

PANGKALPINANG, METROSIDIK.co.idTanaman porang bakal dibudidayakan secara masif di Kepulauan Bangka Belitung. Perusahaan swasta yang telah berpengalaman diberi konsesi lahan untuk proses produksi.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman mengatakan, kerja sama dilakukan dengan PT Paidi Indo Porang meliputi perencanaan, budidaya, panen dan pemasaran.

“Dari penjelasan tadi, akhirnya kami yakin dan sepakat untuk melakukan kerja sama persiapan pembibitan dan yang mengembirakan saya, kerja sama ini atas permintaan mereka sendiri. Nanti di Babel akan didirikan pabrik sebagai offtaker komoditi porang,” kata Erzaldi di kantor gubernur, Jumat (8/1/2021).

Saat sesi diskusi dengan mitra, Erzaldi meminta pihak perusahaan menjelaskan secara rinci teknis budidaya porang sejak dari pembibitan, penanaman, hingga panen.

Setelah mengetahui secara rinci terkait pengembangan komoditi tersebut, Pemprov Kepulauan Babel tidak ragu untuk melakukan kerja sama.

Menurut Erzaldi, satu hal yang memotivasi dirinya untuk mengembangkan komoditi porang yakni, porang sudah menjadi kebutuhan dunia.

“Mumpung komoditi ini sedang booming, kesempatan ini peluang bagi petani, tanamlah porang sebanyak-banyaknya. Pembelinya sudah ada, sekarang masyarakat tinggal pilih mau jadi petani atau jadi penonton,” kata dia.

Sebelumnya pemprov juga telah mengirim rombongan studi banding ke sentra Porang, Madiun.

Paidi selaku Direktur Utama PT Paidi Indo Porang membenarkan bahwa Pemprov Kepulauan Babel serius untuk pengembangan porang. Hal ini guna mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.

“Masyarakat harus tahu, bahwa porang sedang dibutuhkan oleh dunia. Kesempatan ini peluang besar bagi petani. Kami nanti akan bangun pabrik, sehingga Babel menjadi pusat porang di wilayah Sumatera,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang petani asal Namang, Zaiwan, mengaku mendorong pengembangan tanaman porang. Menurut Zaiwan, budidaya porang mudah dilakukan dan pasarnya sudah tersedia.

“Saya setuju sekali, porang ini banyak keistimewaannya di antaranya, gampang hidup, dilempar di tanah dia tumbuh, tidak ada hama, pembelinya ada, jadi ini peluang bagi petani untuk meningkatkan perekonomian,” ucapnya.

Dikatakan Zaiwan, saat ini ada sebanyak 150 petani porang Babel yang merupakan petani binaan di luar yang mandiri. Dirinya bersyukur, gubernur mendukung sepenuhnya komoditas ini, sehingga banyak kemudahan bagi petani untuk budidaya porang.

“Alhamdulillah ada modal melalui KUR, juga berbagai kemudahan lainnya,” ungkapnya.

 

 

Sumber: